Indonesia coal mine explosion traps 24 – official

Kalimantan Coal
JAKARTA, June 16 (Reuters) – An Indonesian government official said on Tuesday that 24 miners had been trapped underground following an explosion in a coal mine in Sumatra island.
Syafriwal, head of the government mining division in Sawahlunto city in West Sumatra, denied earlier reports that the accident was due to a landslide near a coal mine operated by state coal miner PT Bukit Asam (PTBA.JK).
“It’s not a landslide, but an explosion at an underground mine,” the official said. (Reporting by Olivia Rondonuwu; Editing by Sara Webb)
Related News in Bahasa:
Tambang Underground Meledak, 5 Tewas, Puluhan Masih Terjebak
Jakarta – TAMBANG. Sebuah ledakan terjadi di tambang batubara bawah tanah (underground) di Sawahlunto, Sumatera Barat, Selasa pagi, 16 Juni 2009. Dilaporkan lima penambang tewas akibat musibah itu. Sementara beberapa orang lainnya mengalami luka bakar serius. Dengan rata-rata pekerja yang berjumlah 20-30 orang per hari, puluhan pekerja tambang diduga masih terjebak di tambang bawah tanah tersebut. Sampai saat berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus dilakukan. PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) Unit Umbilin pun sudah menerjunkan rescue team untuk membantu proses evakuasi tersebut. Meskipun demikian, lokasi ledakan tersebut jauh dari tambang milik PTBA, sehingga tidak berpengaruh pada operasi tambang PTBA.Peristiwa ledakan itu sendiri terjadi di sebuah tambang yang dikelola oleh CV Perdana, pada KP yang tercatat atas kepemilikan Dasrat. Tambang yang hanya memproduksi 1.500 ton batubara per bulannya itu berlokasi di kawasan Bukik Cigak, Kecamatan Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat.Kejadian ini bukanlah yang pertama pada pertambangan di kawasan tersebut. Sebelumnya kecelakaan serupa juga pernah terjadi. Menurut M.S. Marpaung, Direktur Teknik dan Lingkungan, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, kejadian ini dimungkinkan karena kondisi tambang bawah tanah yang dikelola secara manual memang sangat berbahaya.“Ini tambang bawah tanah, tapi masih dikelola secara manual. Alat yang digunakan masih sederhana, dan penerangannya juga masih menggunakan lampu biasa. Percikan api kecil pun bisa memicu ledakan, ketika kadar gas metan ada di kisaran 7-12%,” jelasnya kepada Majalah TAMBANG, saat dihubungi melalui telepon, Selasa, 16 Juni 2009. Menyikapi hal ini, Marpaung mengatakan akan berkoordinasi dengan Kepala Inspeksi Tambang Daerah, yang bertanggung jawab dalam inspeksi tambang di kawasan tersebut, terkait dengan faktor keselamatan kerja ini. Selanjutnya, Marpaung juga menekankan pentingnya mendidik dan melatih penambang di sana untuk mengantisipasi kondisi yang disebutnya berbahaya tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s